Selasa, 06 Juni 2017

Adat Ambalan

Adat Ambalan 

Adat Ambalan Adalah kebiasaan yang dibuat atau ditentukan bersama dan ditaati oleh Pramuka Penegak di suatu ambalan; yang memiliki tujuan supaya para Pramuka Penegak dapat membiasakan diri mentaati segala peraturan yang berlaku di tempat mereka berada.
Proses pembuatan adat ambalan dapat dilakukan seperti pembuatan sandi ambalan atau langsung melalui musyawarah ambalan. Adat ambalan sebaiknya tidak usah tertulis, tetapi benar-benar dihayati dan dipatuhi setiap anggota ambalan. Jika seseorang merasa telah melanggar adat yang berlaku di ambalannya, langsung meminta maaf dan bersedia menerima sanksi. Adat ambalan harus mampu mendorong para pramuka penegak untuk bertindak disiplin, patuh dan mengarah kepada hidup bermasyarakat yang baik dan maju.
         Di dalam adat ambalan harus terdapat ketentuan :
1.      Wajib mengikuti renungan jiwa penegak sebelum dilantik sebagai penegak bantara.
2.      Variasi dalam melaksanakan pelantikan bantara, sehingga dapat menimbulkan kesan manis yang sukar dilupakan bagi yang dilantik, misal sebelum dilantik harus mencuci wajah dengan air kembang agar wangi, lalu membersihkan dengan handuk yang putih baru, sesudah dilantik sujud kepada orang tua di depan ambalan, dan sebagainya.
3.      Pada upacara kenaikan tingkat menjadi penegak laksana ada pemberian pusaka sesuai dengan keadaan sepempat, antara lain : bambu runcing beserta bendera merah putih kepada penegak yang bersangkutan untuk dipasang di depan rumah. Pemberian pusaka ini harus disertai makna.
·         Runcingan bambu pada bambu runcing sepanjang 17 Cm mengingatkan tanggal kemerdekaan Republik Indonesia
·         Bendera merah putih dengan lebar 8 dm mengingatkan bulan kemerdekaan Republik Indonesia
·         Bambu runcing dari atas sampai bawah sepanjang 1945 Cm megingatkan tahun kemerdekaan Republik Indonesia
·         Bambu runcing merupakan senjata ampuh waktu merebut kemerdekaan
·         Sang Merah Putih merupakan lambang kejayaan Indonesia yang harus dipertahankan
4.      Pedoman tingkah yang unik dan positif misalnya :
·         Siapa yang terlambat datang di tempat latihan lebih dari 5 menit harus menirukan suara kucing.
·         Tidak hadir dalam pertemuan tanpa memberi alasan akan didenda Rp 5.000,00 untuk kas ambalan dan harus membersihkan sanggar.
·         Pada saat dibacakan sandi ambalan, penegak memegang setangan leher dengan tangan kanan dan meletakkan di dada sebelah kiri, padangan mata ke bawah, sedangkan yang masih tamu ambalan balik kanan.

Pada hakekatnya sandi ambalan dan adat ambalan merupakan gambaran watak dan pedoman tingkah laku yang harus dibuat dan digunakan pada setiap ambalan penegak, sehingga tampat ciri khas kehidupan para pramuka penegak, itu pula yang membedakan penegak di ambalan satu dengan di ambalan lain. Adat dalam satu ambalan hanya berlaku di ambalan tersebut, sehingga jika anggota penegak berkunjung ke ambalan lain, maka penegak tersebut wajib untuk menghormati adat ambalan yang dikunjunginya. Adat yang berlaku di ambalan masa berlakunya ditentukan oleh musyawarah ambalan dan boleh diganti jika sudah tidak relevan lagi dengan keadaan yang ada,  sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan bersama. 

kunjungi Perpustakaan Pramuka (khusus buku Kepramukaan) di Kwarcab Kota Semarang. Jl Prof Hamka 234 komplek Kecamatan Ngaliyan. Setiap hari selasa pukul 15.00-17.00 WIB atau Hub kak Awang Wisnuaji  Hub 085 226 887 668 ( hanya SMS)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesta Siaga Bukan Perlombaan Untuk Mencari Kejuaraan

Pesta Siaga Bukan Perlombaan Untuk Mencari Kejuaraan Pramuka Siaga adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia antara 7-10 tahun....