Tuesday, February 20, 2018

Lambang Organisasi Kepanduan Dunia



Lambang Organisasi Kepanduan Dunia (WOSM)
Fleur-de-lis


Lambang Kepanduan Dunia adalah fleur-de-lis (merupakan bahasa perancis) atau bunga lili. Lambang bunga telah lama dikenal, baik dalam bidang pencarian jejak dan navigasi, maupun menjadi simbol pada kompas sebagai penanda arah Utara.
Lambang fleur-de-lis melambangkan bahwa seorang pandu akan selalu menunjuk pada jalan kebaikan. Dalam sejarahnya, penggunaan badge fleur-de-lis telah diperkenalkan oleh Lord Baden-Powell sejak tahun 1897 kepada para pandu tentara yang dilatihnya, ketika bertugas di India, Baden-Powell kemudian memberikan badge sejenis kepada semua peserta kemah di pulau Brownsea pada tahun 1907.
Lambang fleur-de-lis yang dikenal sekarang diperkenalkan pada jambore kepanduan dunia ke-8 tahun 1955 oleh Komisioner Nasional Gerakan kepaduan Yunani, Demetrios Alexantos. Bentuk Simbolnya berupa fleur-de-lis yang dilingkari tali yang bersimpul di bagian bawahnya. Tiga helai daunnya melambangkan tiga kewajiban pandu yaitu, kewajiban terhadap Tuhan, Negara dan Sesama. Sementara lingkaran tali bersimpul mati melambangkan sikap persaudaraan Internasional yang tak kenal putus. Dua bintang yang menyertainya melambangkan bahwa Pandu diharapkan bisa memberi penerangan pertolongan dalam garis kebernaran dan keilmuan. Sementara warna putih melambangkan kesuciam dati dan warna ungu menyiratkan bahwa pandu harus memiliki jiwa kepemimpinan dan hati yang penolong.


Mengganti Logo
Selama ini banyak yang salah untuk memakai lambang Fleur-de-lis dengan lambang kepanduan inggris (the Scout Association). Dengan alasan agar terlihat jelas, agar terlihat lebih bagus atau alasan estetika yang lain Fleur-de-lis diganti, diubah sedemikan rupa sehingga menuruti kemauan si pen desain. Kadang warnanya di ubah atau bahkan bentukkanya
Padahal lambang itu di tetapkan sebagai sesuatu yang mewakili sesuatu. Tentunya ketika di ubah tidak dapat mewakili sesuatu yang seharusnya diwakili. Contoh Kita tentunya tidak dapat menerima jika lambang kebangsaan Indonesia, Garuda Pancasila kehilangan satu helai saja bulu nya.
Ayo kita cermati agar tidak salah 



Fleur-de-lis logo WOSM

Logo kepanduan Inggris (the Scout Association)


Kompas :
     Melambangkan suatu peringatan bagi Pandu/ Pramuka agar selalu berbuat kebenaran dan dapat dipercaya seperti fungsi kompas, serta tetap menjaga cita-citanya dan perannya sebagai penunjuk jalan.

Treefoil / Bunga dengan Tiga Ujung :
     Melambangkan tiga janji Pandu / Scout Promise
Dua Bintang :
     Melambangkan anggota Pandu/ Pramuka berupaya untuk dapat memberi penerangan dan menolong dalam kebenaran dan pengetahuan. 
  Tali melingkar dengan ujung membentuk simpul mati : Melambangkan bahwa sesama Pandu/ Pramuka mengadakan hubungan persahabatan dan persaudaraan antar Pramuka di seluruh dunia.
Warna : 
     Putih melambangkan jiwa yang berhati suci, sedangkan warna dasar ungu melambngkan bahwa Pandu/ Pramuka memiliki ketrampilan kepemimpinan dan suka menolong orang lain.



Kunjungi Perpustakaan Pramuka (khusus buku Kepramukaan) di Kwarcab Kota Semarang. Jl Prof Hamka 234 komplek Kecamatan Ngaliyan. Setiap hari selasa pukul 15.00-17.00 WIB atau Hub kak Awang Wisnuaji  Hub 085 226 887 668 ( hanya SMS atau WA, tidak menerima telp)




Lambang Gerakan Pramuka



 Lambang Gerakan Pramuka

Lambang Gerakan Pramuka adalah  tanda pengenal yang mewakili sifat, keadaan, nilai. Serta norma yang dimiliki setiap anggota Gerakan Pramuka, seperti yang dicita-citakan oleh Gerakan Pramuka. Lambang gerakan pramuka adalah gambar bayangan tunas kelapa. Lambang ini dirancang oleh Sunardjo Atmodipuro.  Beliau adallah pegawai tinggi Depatemen Pertania yang juga menjadi tokok Pramuka.
Lambang Tunas kelapa pertama kali di perkenalkan pada 14 Agustus 1961, bersamaan dengan penganugerahan Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia kepada Organisasi Gerakan Pramuka melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 tahun 1961, oleh Presiden Soekarno.
Penjabaran simbol bayangan tunas kelapa sebagai lambang Gerakan Pramuka diberikan melaluo surat keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 Tahun 1971
Arti Kiasan
•       Buah kelapa/nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan "Cikal", dan istilah "cikal bakal" di Indonesia berarti: penduduk asli yang pertama yang menurunkan generasi baru.
•       Buah kelapa/nyiur yang tumbuh itu mengandung kiasan bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup Bangsa Indonesia.
•       Buah kelapa/nyiur dapat bertahan lama dalam berbagai keadaan. Lambang itu mengkiaskan bahwa seorang Pramuka adalah sehat dan kuat rokhaniah dan jasmaniahnya, ulet, serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup, dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia.
•       Kelapa/nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membukkan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya. Melambangkan, bahwa seorang Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimana pun juga.
•       Kelapa/nyiur tumbuh menjulang lurus keatas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Melambangkan, bahwa seorang Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, mulia dan jujur, dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu
•       Akar Kelapa/nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Mengkiaskan tekad dan keyakinan seorang Pramuka berpegang teguh pada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata berupa tekad dan keyakinan yang digunakan untuk memperkuat diri dalam mencapai cita-citanya

Boleh kah lambang di ubah
Sering kali kita salah menempatkan sebuat lambang gerakan pramuka. Dengan alasan agar terlihat jelas, agar terlihat lebih bagus atau alasan estetika yang lain lambang Gerakan Pramuka di ganti, di ubah sedemikan rupa sehingga menuruti kemauan si pen desain. Kadang warnanya di ubah atau bahkan bentukkanya
Padahal lambang itu di tetapkan sebagai sesuatu yang mewakili sesuatu. Tentunya ketika di ubah tidak dapat mewakili sesuatu yang seharusnya diwakili. Contoh Kita tentunya tidak dapat menerima jika lambang kebangsaan Indonesia, Garuda Pancasila kehilangan satu helai saja bulu nya. 









Kunjungi Perpustakaan Pramuka (khusus buku Kepramukaan) di Kwarcab Kota Semarang. Jl Prof Hamka 234 komplek Kecamatan Ngaliyan. Setiap hari selasa pukul 15.00-17.00 WIB atau Hub kak Awang Wisnuaji  Hub 085 226 887 668 ( hanya SMS atau WA, tidak menerima telp)




Thursday, January 25, 2018


MEMAHAMI PESERTA DIDIK 

Pahami Peserta Didik Kita


Tahukah kakak, bahwa setiap orang itu tidak sama
Ya, setiap orang berbeda. Setiap orang dilahirkan sebagai individu yang unik. Kita semua begitu berbeda satu sama lain, seperti sidik jari kita. Pernahkah kita menyadari bahwa sidik jari setiap orang di muka bumi ini tidak ada yang persis sama? Ini membuktikan bahwa dari 7 miliar manusia di muka bumi ini tidak ada satu orang pun yang persis sama seperti kita. Bahkan jika kita punya saudara kembar sekalipun, yang dilahirkan dari orang tua yang sama dan dibesarkan di rumah yang sama, pasti memiliki perbedaan dengan kita, dalam hal kepribadian, sifat, minat, dll.
begitu juga dengan peserta didik kita, 
setiap peserta didik adalah berbeda, semuanya unik kita harus memahami. 
masing-masing peserta didik mempunyai latar belakang keluarga yang berbeda, kesenangan, hobi dan lain sebagainya. 
sebagai pembina pun kita tidak boleh menyamakan antara golongan siaga, penggalang, penegak dan pandega. Setiap golongan mempunyai ciri khas masing masing. 
maka dari itu kita tidak boleh menyama ratakan peserta didik, perlakukan lah peserta didik sebagai orang yang unik dan spesial. 
pembina yang baik adalah pembina yang mengenal peserta didiknya dengan baik. Bagaimana cara mengenal peserta didik ? setidaknya ada 5 cara yaitu 
  1. Berkenalan secara pribadi
  2. Kumpulkan biodata
  3. Ngobrol di waktu senggang
  4. Amati pergaulannya
  5. Sempatkan Waktu untuk berkunjung ke rumah 
 Semakin kita mengenal peserta didik maka semakin dekat pula hubungan antara pembina dan peserta didik tersebut, hubungan ini yang seharus nya ada dalam persaudaraan Gerakan Pramuka.

lalu setelah kita mengenal peserta didik apa yang harus dilakukan ? hal yang wajib dilakukan pembina adalah membantu menyelesaikan tugas perkembangan peserta didik,

Tugas perkembangan merupakan suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas berikut; sementara apabila gagal, maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakkan masyarakat, dan kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan tugas-tugas berikutnya (Robert Havighurst, 1961).

Para pembina yang baik, mari kita kenali peserta didik dan bantu menyelesaikan tugas perkembangan dari peserta didik kita.